- Back to Home »
- APA , Feature »
- Dengan Mangrove Melawan Abrasi di Pulau Pramuka
Posted by : Unknown
Monday, May 23, 2016
Oleh : Lisa Aprilia
Photo Source : beritapulauseribu.com
Udara
yang bersih tanpa polusi. Angin sejuk nan bersih menerpa wajah, membelai pipi
hingga ke ujung rambut. Sungguh pemandangan yang mempesona yang disuguhkan oleh
Pulau Pramuka. Tentu kita akan sangat kehilangan apabila pulau cantik ini harus
tenggelam tertelan air laut.
Maka
dari itu, bertepatan pada tanggal 20 Mei 2016, kami hadir disini dalam Aksi
Pencegahan Abrasi untuk menyelamatkan masa depan Pulau Pramuka ini. Pramuka
adalah sebuah pulau kecil nan eksotis yang terdapat pada gugusan Kepulauan
Seribu. Diperkirakan, dalam beberapa puluh tahun mendatang mungkin kita tidak bisa
menjumpainya lagi, karena pulau ini terus terkikis oleh abrasi yang semakin
parah.
Aksi
Pencegahan Abrasi yang dilaksanakan oleh We Love Earth dengan mengangkat tema Save Our Island yang akan dilaksanakan
selama 3 hari di Pulau Pramuka. Aksi ini diikuti oleh organisasi We Love Earth
dan masyarakat Indonesia yang suka rela ingin berpartisipasi dalam melestarikan
dan menyelamatkan pulau-pulau kecil Indonesia. Total dari partisipan yang
mengikuti Aksi Pencegahan Abrasi kali ini berjumlah 85 orang.
“Aksi
Pencegahan Abrasi (APA) ini bekerjasama dengan Kementeri Lingkungan Hidup dan
Kehutanan dalam mewujudkan karakter generasi penerus bangsa yang peduli
terhadap nasib dari pulau-pulau kecil Indonesia, dengan melakukan penamaman
pohon Mangrove di bibir pantai Pulau Pramuka, Kepulauan Seribu,” kata
Margaretta Valentina selaku Ketua Organisasi We Love Earth.
Akhir-akhir
ini objek wisata kepulauan menjadi perhatian masyarakat perkotaan untuk melepas
penat rutinitas kota. Namun, kebanyakan dari masyarakat tersebut hanya ingin
menikmati keindahannya saja dan tidak mempedulikan kelestarian pulau tersebut.
“Pulau
Pramuka menarik perhatian We Love Earth untuk dijadikan tempat pelaksanaan
kegiatan penanaman mangrove. Karena
dari data yang kami terima, jumlah wisatawan yang mengunjungi Pulau Pramuka
meningkat drastis beberapa tahun terakhir ini, tetapi tidak didimbangi dengan
aksi pelestarian pulau tersebut,” ucap Margaretta.
Walaupun
Aksi Pencegahan Abrasi ini hanya berlangsung selama 3 hari. Namun hasil dari
kegiatan tersebut akan sangat berdampak besar bagi kelangsungan pulau tersebut.
Setidaknya dengan melakukan penanaman pohon mangrove
di bibir pantai, kita sudah dapat mengurangi kerusakan yang diakibatkan oleh
abrasi.
Menanam hutan mangrove, merupakan salah satu cara efektif untuk mengurangi dampak dari abrasi. Selain membuat penampilan bibir pantai menjadi lebih indah. Dengan mangrove, kita juga menjadi dapat mengurangi kekuatan gelombang yang menerjang pantai. Sehingga pasir-pasir di pantai tidak terus terkikis oleh kekuatan abrasi.
Menanam hutan mangrove, merupakan salah satu cara efektif untuk mengurangi dampak dari abrasi. Selain membuat penampilan bibir pantai menjadi lebih indah. Dengan mangrove, kita juga menjadi dapat mengurangi kekuatan gelombang yang menerjang pantai. Sehingga pasir-pasir di pantai tidak terus terkikis oleh kekuatan abrasi.
“Meski kegiatan ini hanya
berlangsung beberapa hari saja, tetapi antusias dari partisipan sangat
terlihat. Kita merasa sangat senang dapat membantu melestarikan dan menjaga
pulau ini,” kata Vina Aulia salah satu partisipan dari Aksi Pencegahan Abrasi.
“Para peserta di sini juga sangat
ramah dan bersahabat. Sampai-sampai saya merasa sedang liburan. sungguh menyenangkan,” gurau Vina.
