Archive for May 2016

Dengan Mangrove Melawan Abrasi di Pulau Pramuka



Oleh : Lisa Aprilia

 Photo Source : beritapulauseribu.com
  
Udara yang bersih tanpa polusi. Angin sejuk nan bersih menerpa wajah, membelai pipi hingga ke ujung rambut. Sungguh pemandangan yang mempesona yang disuguhkan oleh Pulau Pramuka. Tentu kita akan sangat kehilangan apabila pulau cantik ini harus tenggelam tertelan air laut.

Maka dari itu, bertepatan pada tanggal 20 Mei 2016, kami hadir disini dalam Aksi Pencegahan Abrasi untuk menyelamatkan masa depan Pulau Pramuka ini. Pramuka adalah sebuah pulau kecil nan eksotis yang terdapat pada gugusan Kepulauan Seribu. Diperkirakan, dalam beberapa puluh tahun mendatang mungkin kita tidak bisa menjumpainya lagi, karena pulau ini terus terkikis oleh abrasi yang semakin parah.

Aksi Pencegahan Abrasi yang dilaksanakan oleh We Love Earth dengan mengangkat tema Save Our Island yang akan dilaksanakan selama 3 hari di Pulau Pramuka. Aksi ini diikuti oleh organisasi We Love Earth dan masyarakat Indonesia yang suka rela ingin berpartisipasi dalam melestarikan dan menyelamatkan pulau-pulau kecil Indonesia. Total dari partisipan yang mengikuti Aksi Pencegahan Abrasi kali ini berjumlah 85 orang.

“Aksi Pencegahan Abrasi (APA) ini bekerjasama dengan Kementeri Lingkungan Hidup dan Kehutanan dalam mewujudkan karakter generasi penerus bangsa yang peduli terhadap nasib dari pulau-pulau kecil Indonesia, dengan melakukan penamaman pohon Mangrove di bibir pantai Pulau Pramuka, Kepulauan Seribu,” kata Margaretta Valentina selaku Ketua Organisasi We Love Earth.

Akhir-akhir ini objek wisata kepulauan menjadi perhatian masyarakat perkotaan untuk melepas penat rutinitas kota. Namun, kebanyakan dari masyarakat tersebut hanya ingin menikmati keindahannya saja dan tidak mempedulikan kelestarian pulau tersebut.

“Pulau Pramuka menarik perhatian We Love Earth untuk dijadikan tempat pelaksanaan kegiatan penanaman mangrove. Karena dari data yang kami terima, jumlah wisatawan yang mengunjungi Pulau Pramuka meningkat drastis beberapa tahun terakhir ini, tetapi tidak didimbangi dengan aksi pelestarian pulau tersebut,” ucap Margaretta.

Walaupun Aksi Pencegahan Abrasi ini hanya berlangsung selama 3 hari. Namun hasil dari kegiatan tersebut akan sangat berdampak besar bagi kelangsungan pulau tersebut. Setidaknya dengan melakukan penanaman pohon mangrove di bibir pantai, kita sudah dapat mengurangi kerusakan yang diakibatkan oleh abrasi.

Menanam hutan mangrove, merupakan salah satu cara efektif untuk mengurangi dampak dari abrasi. Selain membuat  penampilan bibir pantai menjadi lebih indah. Dengan mangrove, kita juga menjadi dapat mengurangi kekuatan gelombang yang menerjang pantai. Sehingga pasir-pasir di pantai tidak terus terkikis oleh kekuatan abrasi.

“Meski kegiatan ini hanya berlangsung beberapa hari saja, tetapi antusias dari partisipan sangat terlihat. Kita merasa sangat senang dapat membantu melestarikan dan menjaga pulau ini,” kata Vina Aulia salah satu partisipan dari Aksi Pencegahan Abrasi.

“Para peserta di sini juga sangat ramah dan bersahabat. Sampai-sampai saya merasa sedang liburan. sungguh menyenangkan,” gurau Vina.

Press Release Aksi Pencegahan Abrasi Pulau Pramuka



WE LOVE EARTH
WeLoveEarth Tower, 28th Floor, Jl. Jasmine Rose Kav. 85-87
P    : (+62-21) 5123 4567        F    : (+62-21) 5987 6543
------------------------------------------------------------------------------------------------------------------


PRESS RELEASE

SAVE OUR ISLAND DALAM AKSI PENCEGAHAN ABRASI DI PULAU PRAMUKA

Mengingat kerusakan yang disebabkan oleh abrasi yang semakin parah dari tahun ke tahun, serta sikap apatis masyarakat yang kurang peduli terhadap nasib dari pulau-pulau kita, maka We Love Earth merasa perlu untuk meningkatkan kepedulian pribadi dan masyarakat terhadap nasib pulau-pulau kita yang tertinggalkan. Penyebab terjadinya dari abrasi ini disebabkan karena adanya peningkatan permukaan air laut yang diakibatkan oleh mencairnya es di daerah kutub sebagai akibat pemanasan global. Oleh karena itu, We Love Earth membuat event Aksi Pencegahan Abrasi (APA) yang bekerjasama dengan Kementeri Lingkungan Hidup dan Kehutanan dalam mewujudkan karakter generasi penerus bangsa yang peduli terhadap nasib dari pulau-pulau kecil Indonesia, dengan melakukan penamaman pohon Mangrove di bibir pantai Pulau Pramuka, Kepulauan Seribu.

Periode Aksi Pencegahan Abrasi ini akan dimulai pada Jumat, 20 Mei 2016 sampai dengan Minggu, 22 Mei 2016, dengan mekanisme We Love Earth turut berpartisipasi dalam penanaman pohon Mangrove di bibir pantai Pulau Pramuka, diikuti dengan seluruh lapisan masyarakat Indonesia yang turut serta berpartisipasi dengan We Love Earth.

“Tujuan dari diadakannya Aksi Pencegahan Abrasi adalah untuk melindungi pulau-pulau kecil kita yang sempat tertinggalkan dan tidak terurus oleh negara. Negara kita adalah negara kepulauan, maka dari itu kita harus turut membantu melestarikan lingkungan hidup yang berada di sekitar kita, termasuk pulau-pulau kecil ini. Melindungi pulau tidak hanya tugas negara, melainkan tugas kita juga,” ucap Margaretta Valentina, selaku Ketua Organisasi We Love Earth (20/5/2016)

Aksi Pencegahan Abrasi merupakan kegiatan penanaman pohon Mangrove di bibir pantai Pulau Pramuka yang diadakan selama 2 hari dalam rangka menyelamatkan pulau kita. Rangkaian kegiatan Aksi Pencegahan Abrasi ini meliputi pergi ke Pulau Pramuka berasama seluruh anggota yang berpartisipasi pada Jumat, dan melaksanakan kegiatan menanam pohon Mangrove pada Sabtu dan Minggu pagi (pada saat air tidak pasang), kemudian di akhir kegiatan, We Love Earth bersama seluruh partisipan pulang kembali ke Jakarta pada Minggu sore.

-SELESAI-

Organisasi “We Love Earth” didirikan pada 5 April 2016 sebagai organisasi yang bergerak di bidang pelestarian lingkungan hidup di Indonesia. Dalam melestarikan lingkungan hidup, We Love Earth selalu berusaha untuk mengajak dan membangun kesadaran masyarakat Indonesia terutama masyarakat perkotaan terhadap pentingnya pelestarian lingkungan hidup. Kalau bukan kita yang menjaga dan merawat lingkungan hidup ini, siapa lagi yang akan melakukannya.

Untuk informasi lebih lanjut silahkan hubungi :
Lisa Aprilia
Media Relations
0838123456789
lisa.aprilia@yahoo.com     



Undangan Pers Aksi Pencegahan Abrasi Pulau Pramuka


Photo Source : www.liputan6.com

We Love Earth bekerjasama dengan Kementeri Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI dalam  menyelenggarakan Aksi Pencegahan Abrasi (APA), dalam rangka usaha melindungi pulau-pulau kecil yang berada di Indonesia untuk melawan Abrasi yang semakin hebat. Abrasi adalah proses pengikisan pantai oleh tenaga gelombang laut dan arus laut yang bersifat merusak.

Aksi Pencegahan Abrasi merupakan bentuk nyata perhatian masyarakat Indonesia terhadap pulau-pulau kecil yang terancam tenggelam pada tahun-tahun mendatang. Bila pulau-pulau tersebut tidak kita rawat dan lingdungi dari sekarang, maka masa depan pulau tersebut akan tenggelam bersama air laut. Indonesia adalah negara kepulauan, yang dimana banyak sekali pulau-pulau kecil yang terbentang dari Sabang hingga Merauke. kehilangan 1 pulau kita, berarti kehilangan jati diri Indonesia.

Aksi menanam pohon Mangrove ini merupakan wujud nyata dari organisasi We Love Earth yang peduli terhadap kondisi lingkungan hidup yang semakin tertinggalkan. Serta,  kegiatan Aksi Pencegahan Abrasi juga sekaligus mengajak seluruh kalangan masyarakat Indonesia untuk berpartisipasi dalam pelestarian lingkungan mulai, khususnya daerah pantai.

Acara ini diselenggarakan pada :
Hari / tanggal    : Jumat, 20 Mei 2016 – Minggu, 22 Mei 2016
Waktu              : 08.00 – 11.00 WIB
Tempat            : Pantai Pulau Pramuka, Kepulauan Seribu
Partisipan         : Organisasi We Love Earth dan Masyarakat Indonesia (85 Orang)
Tema               : Save Our Island

Maka dari itu, kami mengundang rekan-rekan media untuk menghadiri dan meliput Aksi Pencegahan Abrasi yang akan kami selenggarakan. Besar harapan kami rekan-rekan media dapat datang dan meliput kegiatan ini.

Demikian surat undangan ini kami sampaikan. Atas perhatian dan kerjasamanya kami ucapkan terima kasih.

Hormat Saya


Lisa Aprilia
Media Relations
We Love Earth
0838123456789
lisa.aprilia@yahoo.com

Penanaman Mangrove Dapat Mencegah Abrasi



Oleh : Lisa Aprilia




 
 Photo Source : http://www.kunciwisata.com 

Belakangan ini, banyak sekali pulau-pulau kecil di Indonesia yang terancam akan hilang atau tenggelam. Hal ini di sebabkan oleh adanya abrasi dan pemanasan global. Salah satunya seperti Pulau Pramuka. Pulau Pulau adalah sebuah pulau kecil nan eksotis yang terdapat pada gugusan Kepulauan Seribu.

 Diperkirakan, dalam beberapa puluh tahun mendatang mungkin kita tidak lagi menjumpai keeksotisan Pulau Pramuka. Bahkan tak hanya Pulau Pramuka. Banyak pulau-pulau kecil Indonesia yang terancam hilang akibat abrasi, penambangan pasir, naiknya permukaan air laut serta kerusakan alam lainnya apabila kita tidak menjaganya dengan baik.

Abrasi sendiri adalah proses pengikisan pantai oleh tenaga gelombang laut dan arus laut yang bersifat merusak. Abrasi biasanya disebut juga erosi pantai. Namun, terdapat cara-cara untuk mencegah terjadinya abrasi, salah satunya dengan penanaman hutan mangrove di bibir pantai pulau.

Seperti Program Green Belt (Sabuk Hijau) yang dicanangkan oleh instansi Taman Nasional Laut Kepulauan Seribu sejak tahun 2002 di bawah Kementrian Kehutanan. 

“Program Green Belt adalah sebuah program penanaman pohon mangrove di sekeliling pantai pulau dalam gugus Kepulauan Seribu. Fungsinya untuk mencegah abrasi dan agar luasan wilayah dari Kepulauan Seribu daratannya menjadi tidak berkurang,” tutur Mohammad Ferdiansyah, Polisi Kehutanan yang mengawasi program Green Belt.

“Sampai tahun ini sudah terdapat sekitar 50-60 pulau yang sudah ditanami pohon mangrove dari 78 pulau di dalam Taman Nasional Laut, yang salah satunya adalah Pulau Pramuka,” lanjutnya.

Pohon mangrove lebih dikenal dengan nama pohon Bakau (Rhizophora stylosa). Pohon mangrove sendiri terdapat beberapa jenis, seperti Avicennia marina (Forssk.) Vierh, Bruguiera gymnorrhiza (L.) Lam., Bruguiera cylindrica (L.) Blume, dll.

Namun, yang ditanam dalam program konservasi ini hanyalah pohon bakau (Rhizophora stylosa). Karena dilihat dari media Kepulauan Seribu yang hanya berupa pasir, bukan lumpur. Serta pohon bakau merupakan tanaman tingkat tinggi karena pohon bakau dapat tahan dengan kadar garam yang tinggi. 

Metode penanaman pohon bakau ini menggunakan metode rumpun berjarak. Yang dalam 1 rumpun tersebut terdapat 500 batang pohon bakau. Jadi kalau di darat, setiap 1 rumpun equivalen dengan 1 hektar.
Metode rumpun berjarak termasuk metode yang efektif dalam penanaman pohon bakau. Karena dalam metode ini pohon-pohon bakau yang ditanam dapat saling rapat atau menjaga, jadi tidak akan tergoyahkan (jatuh) apabila terkena arus ombak.

“Cara penanaman pohon bakau adalah dengan mengambil bibit bakau yang telah jatuh dari pohonnya ke laut. Kemudian kita seleksi dan dimasukan (direndam) kedalam air laut kurang lebih selama 1 minggu. Selanjutnya, baru kita tanam ke media tanam,” kata Mohammad Ferdiansyah menjelaskan tahap-tahap penanaman pohon bakau.

“Sebelum ditanam ke laut, kita melakukan penyesuaian dengan disiram air tawar untuk memancing pertumbuhan daun. Setelah 3 bulan baru muncul daun sebanyak 4 helai, 3 bulan kemudian lagi baru kita tanam ke laut. Setelah pohon bakau tumbuh sekitar 50 cm, barulah kita tanam ke alam bebas,” lanjutnya.

“Untuk perawatan pohon bakau selanjutnya adalah dengan menjaga sampah-sampah di laut. Apabila sampah menghalangi akar nafas dari pohon bakau, otomatis pohon bakau tersebut akan mati. Oleh karena itu, kita rutin melakukan perawatan untuk pembersihan sampah dari akar nafas,” ujar Mohammad Ferdiansyah.

Maka dari itu, setiap wisatawan yang datang ke Pulau Pramuka ini diharapkan untuk tidak membuang sampah sembarangan ke laut. Hal ini bertujuan untuk membantu melestarikan pohon-pohon mangrove yang telah di tanam di sekitar pantai dan menjaga kehidupan biota laut yang telah ada.

- Copyright © I + You = We Love Earth - Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan -