Archive for 2016

Dengan Mangrove Melawan Abrasi di Pulau Pramuka



Oleh : Lisa Aprilia

 Photo Source : beritapulauseribu.com
  
Udara yang bersih tanpa polusi. Angin sejuk nan bersih menerpa wajah, membelai pipi hingga ke ujung rambut. Sungguh pemandangan yang mempesona yang disuguhkan oleh Pulau Pramuka. Tentu kita akan sangat kehilangan apabila pulau cantik ini harus tenggelam tertelan air laut.

Maka dari itu, bertepatan pada tanggal 20 Mei 2016, kami hadir disini dalam Aksi Pencegahan Abrasi untuk menyelamatkan masa depan Pulau Pramuka ini. Pramuka adalah sebuah pulau kecil nan eksotis yang terdapat pada gugusan Kepulauan Seribu. Diperkirakan, dalam beberapa puluh tahun mendatang mungkin kita tidak bisa menjumpainya lagi, karena pulau ini terus terkikis oleh abrasi yang semakin parah.

Aksi Pencegahan Abrasi yang dilaksanakan oleh We Love Earth dengan mengangkat tema Save Our Island yang akan dilaksanakan selama 3 hari di Pulau Pramuka. Aksi ini diikuti oleh organisasi We Love Earth dan masyarakat Indonesia yang suka rela ingin berpartisipasi dalam melestarikan dan menyelamatkan pulau-pulau kecil Indonesia. Total dari partisipan yang mengikuti Aksi Pencegahan Abrasi kali ini berjumlah 85 orang.

“Aksi Pencegahan Abrasi (APA) ini bekerjasama dengan Kementeri Lingkungan Hidup dan Kehutanan dalam mewujudkan karakter generasi penerus bangsa yang peduli terhadap nasib dari pulau-pulau kecil Indonesia, dengan melakukan penamaman pohon Mangrove di bibir pantai Pulau Pramuka, Kepulauan Seribu,” kata Margaretta Valentina selaku Ketua Organisasi We Love Earth.

Akhir-akhir ini objek wisata kepulauan menjadi perhatian masyarakat perkotaan untuk melepas penat rutinitas kota. Namun, kebanyakan dari masyarakat tersebut hanya ingin menikmati keindahannya saja dan tidak mempedulikan kelestarian pulau tersebut.

“Pulau Pramuka menarik perhatian We Love Earth untuk dijadikan tempat pelaksanaan kegiatan penanaman mangrove. Karena dari data yang kami terima, jumlah wisatawan yang mengunjungi Pulau Pramuka meningkat drastis beberapa tahun terakhir ini, tetapi tidak didimbangi dengan aksi pelestarian pulau tersebut,” ucap Margaretta.

Walaupun Aksi Pencegahan Abrasi ini hanya berlangsung selama 3 hari. Namun hasil dari kegiatan tersebut akan sangat berdampak besar bagi kelangsungan pulau tersebut. Setidaknya dengan melakukan penanaman pohon mangrove di bibir pantai, kita sudah dapat mengurangi kerusakan yang diakibatkan oleh abrasi.

Menanam hutan mangrove, merupakan salah satu cara efektif untuk mengurangi dampak dari abrasi. Selain membuat  penampilan bibir pantai menjadi lebih indah. Dengan mangrove, kita juga menjadi dapat mengurangi kekuatan gelombang yang menerjang pantai. Sehingga pasir-pasir di pantai tidak terus terkikis oleh kekuatan abrasi.

“Meski kegiatan ini hanya berlangsung beberapa hari saja, tetapi antusias dari partisipan sangat terlihat. Kita merasa sangat senang dapat membantu melestarikan dan menjaga pulau ini,” kata Vina Aulia salah satu partisipan dari Aksi Pencegahan Abrasi.

“Para peserta di sini juga sangat ramah dan bersahabat. Sampai-sampai saya merasa sedang liburan. sungguh menyenangkan,” gurau Vina.

Press Release Aksi Pencegahan Abrasi Pulau Pramuka



WE LOVE EARTH
WeLoveEarth Tower, 28th Floor, Jl. Jasmine Rose Kav. 85-87
P    : (+62-21) 5123 4567        F    : (+62-21) 5987 6543
------------------------------------------------------------------------------------------------------------------


PRESS RELEASE

SAVE OUR ISLAND DALAM AKSI PENCEGAHAN ABRASI DI PULAU PRAMUKA

Mengingat kerusakan yang disebabkan oleh abrasi yang semakin parah dari tahun ke tahun, serta sikap apatis masyarakat yang kurang peduli terhadap nasib dari pulau-pulau kita, maka We Love Earth merasa perlu untuk meningkatkan kepedulian pribadi dan masyarakat terhadap nasib pulau-pulau kita yang tertinggalkan. Penyebab terjadinya dari abrasi ini disebabkan karena adanya peningkatan permukaan air laut yang diakibatkan oleh mencairnya es di daerah kutub sebagai akibat pemanasan global. Oleh karena itu, We Love Earth membuat event Aksi Pencegahan Abrasi (APA) yang bekerjasama dengan Kementeri Lingkungan Hidup dan Kehutanan dalam mewujudkan karakter generasi penerus bangsa yang peduli terhadap nasib dari pulau-pulau kecil Indonesia, dengan melakukan penamaman pohon Mangrove di bibir pantai Pulau Pramuka, Kepulauan Seribu.

Periode Aksi Pencegahan Abrasi ini akan dimulai pada Jumat, 20 Mei 2016 sampai dengan Minggu, 22 Mei 2016, dengan mekanisme We Love Earth turut berpartisipasi dalam penanaman pohon Mangrove di bibir pantai Pulau Pramuka, diikuti dengan seluruh lapisan masyarakat Indonesia yang turut serta berpartisipasi dengan We Love Earth.

“Tujuan dari diadakannya Aksi Pencegahan Abrasi adalah untuk melindungi pulau-pulau kecil kita yang sempat tertinggalkan dan tidak terurus oleh negara. Negara kita adalah negara kepulauan, maka dari itu kita harus turut membantu melestarikan lingkungan hidup yang berada di sekitar kita, termasuk pulau-pulau kecil ini. Melindungi pulau tidak hanya tugas negara, melainkan tugas kita juga,” ucap Margaretta Valentina, selaku Ketua Organisasi We Love Earth (20/5/2016)

Aksi Pencegahan Abrasi merupakan kegiatan penanaman pohon Mangrove di bibir pantai Pulau Pramuka yang diadakan selama 2 hari dalam rangka menyelamatkan pulau kita. Rangkaian kegiatan Aksi Pencegahan Abrasi ini meliputi pergi ke Pulau Pramuka berasama seluruh anggota yang berpartisipasi pada Jumat, dan melaksanakan kegiatan menanam pohon Mangrove pada Sabtu dan Minggu pagi (pada saat air tidak pasang), kemudian di akhir kegiatan, We Love Earth bersama seluruh partisipan pulang kembali ke Jakarta pada Minggu sore.

-SELESAI-

Organisasi “We Love Earth” didirikan pada 5 April 2016 sebagai organisasi yang bergerak di bidang pelestarian lingkungan hidup di Indonesia. Dalam melestarikan lingkungan hidup, We Love Earth selalu berusaha untuk mengajak dan membangun kesadaran masyarakat Indonesia terutama masyarakat perkotaan terhadap pentingnya pelestarian lingkungan hidup. Kalau bukan kita yang menjaga dan merawat lingkungan hidup ini, siapa lagi yang akan melakukannya.

Untuk informasi lebih lanjut silahkan hubungi :
Lisa Aprilia
Media Relations
0838123456789
lisa.aprilia@yahoo.com     



Undangan Pers Aksi Pencegahan Abrasi Pulau Pramuka


Photo Source : www.liputan6.com

We Love Earth bekerjasama dengan Kementeri Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI dalam  menyelenggarakan Aksi Pencegahan Abrasi (APA), dalam rangka usaha melindungi pulau-pulau kecil yang berada di Indonesia untuk melawan Abrasi yang semakin hebat. Abrasi adalah proses pengikisan pantai oleh tenaga gelombang laut dan arus laut yang bersifat merusak.

Aksi Pencegahan Abrasi merupakan bentuk nyata perhatian masyarakat Indonesia terhadap pulau-pulau kecil yang terancam tenggelam pada tahun-tahun mendatang. Bila pulau-pulau tersebut tidak kita rawat dan lingdungi dari sekarang, maka masa depan pulau tersebut akan tenggelam bersama air laut. Indonesia adalah negara kepulauan, yang dimana banyak sekali pulau-pulau kecil yang terbentang dari Sabang hingga Merauke. kehilangan 1 pulau kita, berarti kehilangan jati diri Indonesia.

Aksi menanam pohon Mangrove ini merupakan wujud nyata dari organisasi We Love Earth yang peduli terhadap kondisi lingkungan hidup yang semakin tertinggalkan. Serta,  kegiatan Aksi Pencegahan Abrasi juga sekaligus mengajak seluruh kalangan masyarakat Indonesia untuk berpartisipasi dalam pelestarian lingkungan mulai, khususnya daerah pantai.

Acara ini diselenggarakan pada :
Hari / tanggal    : Jumat, 20 Mei 2016 – Minggu, 22 Mei 2016
Waktu              : 08.00 – 11.00 WIB
Tempat            : Pantai Pulau Pramuka, Kepulauan Seribu
Partisipan         : Organisasi We Love Earth dan Masyarakat Indonesia (85 Orang)
Tema               : Save Our Island

Maka dari itu, kami mengundang rekan-rekan media untuk menghadiri dan meliput Aksi Pencegahan Abrasi yang akan kami selenggarakan. Besar harapan kami rekan-rekan media dapat datang dan meliput kegiatan ini.

Demikian surat undangan ini kami sampaikan. Atas perhatian dan kerjasamanya kami ucapkan terima kasih.

Hormat Saya


Lisa Aprilia
Media Relations
We Love Earth
0838123456789
lisa.aprilia@yahoo.com

Penanaman Mangrove Dapat Mencegah Abrasi



Oleh : Lisa Aprilia




 
 Photo Source : http://www.kunciwisata.com 

Belakangan ini, banyak sekali pulau-pulau kecil di Indonesia yang terancam akan hilang atau tenggelam. Hal ini di sebabkan oleh adanya abrasi dan pemanasan global. Salah satunya seperti Pulau Pramuka. Pulau Pulau adalah sebuah pulau kecil nan eksotis yang terdapat pada gugusan Kepulauan Seribu.

 Diperkirakan, dalam beberapa puluh tahun mendatang mungkin kita tidak lagi menjumpai keeksotisan Pulau Pramuka. Bahkan tak hanya Pulau Pramuka. Banyak pulau-pulau kecil Indonesia yang terancam hilang akibat abrasi, penambangan pasir, naiknya permukaan air laut serta kerusakan alam lainnya apabila kita tidak menjaganya dengan baik.

Abrasi sendiri adalah proses pengikisan pantai oleh tenaga gelombang laut dan arus laut yang bersifat merusak. Abrasi biasanya disebut juga erosi pantai. Namun, terdapat cara-cara untuk mencegah terjadinya abrasi, salah satunya dengan penanaman hutan mangrove di bibir pantai pulau.

Seperti Program Green Belt (Sabuk Hijau) yang dicanangkan oleh instansi Taman Nasional Laut Kepulauan Seribu sejak tahun 2002 di bawah Kementrian Kehutanan. 

“Program Green Belt adalah sebuah program penanaman pohon mangrove di sekeliling pantai pulau dalam gugus Kepulauan Seribu. Fungsinya untuk mencegah abrasi dan agar luasan wilayah dari Kepulauan Seribu daratannya menjadi tidak berkurang,” tutur Mohammad Ferdiansyah, Polisi Kehutanan yang mengawasi program Green Belt.

“Sampai tahun ini sudah terdapat sekitar 50-60 pulau yang sudah ditanami pohon mangrove dari 78 pulau di dalam Taman Nasional Laut, yang salah satunya adalah Pulau Pramuka,” lanjutnya.

Pohon mangrove lebih dikenal dengan nama pohon Bakau (Rhizophora stylosa). Pohon mangrove sendiri terdapat beberapa jenis, seperti Avicennia marina (Forssk.) Vierh, Bruguiera gymnorrhiza (L.) Lam., Bruguiera cylindrica (L.) Blume, dll.

Namun, yang ditanam dalam program konservasi ini hanyalah pohon bakau (Rhizophora stylosa). Karena dilihat dari media Kepulauan Seribu yang hanya berupa pasir, bukan lumpur. Serta pohon bakau merupakan tanaman tingkat tinggi karena pohon bakau dapat tahan dengan kadar garam yang tinggi. 

Metode penanaman pohon bakau ini menggunakan metode rumpun berjarak. Yang dalam 1 rumpun tersebut terdapat 500 batang pohon bakau. Jadi kalau di darat, setiap 1 rumpun equivalen dengan 1 hektar.
Metode rumpun berjarak termasuk metode yang efektif dalam penanaman pohon bakau. Karena dalam metode ini pohon-pohon bakau yang ditanam dapat saling rapat atau menjaga, jadi tidak akan tergoyahkan (jatuh) apabila terkena arus ombak.

“Cara penanaman pohon bakau adalah dengan mengambil bibit bakau yang telah jatuh dari pohonnya ke laut. Kemudian kita seleksi dan dimasukan (direndam) kedalam air laut kurang lebih selama 1 minggu. Selanjutnya, baru kita tanam ke media tanam,” kata Mohammad Ferdiansyah menjelaskan tahap-tahap penanaman pohon bakau.

“Sebelum ditanam ke laut, kita melakukan penyesuaian dengan disiram air tawar untuk memancing pertumbuhan daun. Setelah 3 bulan baru muncul daun sebanyak 4 helai, 3 bulan kemudian lagi baru kita tanam ke laut. Setelah pohon bakau tumbuh sekitar 50 cm, barulah kita tanam ke alam bebas,” lanjutnya.

“Untuk perawatan pohon bakau selanjutnya adalah dengan menjaga sampah-sampah di laut. Apabila sampah menghalangi akar nafas dari pohon bakau, otomatis pohon bakau tersebut akan mati. Oleh karena itu, kita rutin melakukan perawatan untuk pembersihan sampah dari akar nafas,” ujar Mohammad Ferdiansyah.

Maka dari itu, setiap wisatawan yang datang ke Pulau Pramuka ini diharapkan untuk tidak membuang sampah sembarangan ke laut. Hal ini bertujuan untuk membantu melestarikan pohon-pohon mangrove yang telah di tanam di sekitar pantai dan menjaga kehidupan biota laut yang telah ada.

Satu Langkah Mungil Sejuta Arti


oleh: Lisa Aprilia

Photo Source : www.androidpit.com
Polusi, banjir, longsor, gunung meletus, kebakaran hutan, kekeringan, binatang-binatang punah, manusia pun terancam. Bumi ini murka. Murka terhadap segala perbuatan kita yang tidak bertanggung jawab. Murka terhadap kebiasaan-kebiasaan kita yang merusak dirinya.

Bumi adalah tempat tinggal kita. Mulai kita dari kecil hingga kita dewas, kita selalu berada di planet ini. Bumi terasa seperti ibu kita sendiri. Kita lah yang seharusnya menjaga dan merawatnya. Namun tanpa kita sadari, kita sering melakukan tindakan-tindakan yang berujung pada kerusakaan alam.

Membakar hutan untuk membuka lahan baru, melakukan penebangan liar demi keuntungan industri, polusi udara dari kendaraan bermotor, membuang sampah sembarangan. Ya, itu adalah kebiasaan-kebiasaan manusia yang buruk dan tidak memikirkan masa depan dari bumi kita ini.

Apabila bumi ini hancur, maka bagaimana dengan nasib anak cucu kita kelak? Mereka harus tinggal dimana lagi? Mereka tidak dapat lagi menikmati keindahan bumi ini. Lalu siapa yang harus bertanggungjawab terhadap semua kerusakan yang sudah terjadi ini? Anak cucu kita? Tentu tidak ! jawabannya, kita sendiri lah yang harus bertanggungjawab terhadap apa yang sudah terjadi ini.

Kita tidak boleh menyalahkan orang lain dan berpura-pura tidak tahu menahu tentang kejadian alam yang terjadi di sekitar kita. Kita tidak boleh hanya menikmati bumi ini tanpa merawatnya. Oleh karena itu, kita sebagai manusia, makhluk ciptaan Tuhan yang paling sempurna harus menjaga Bumi kita dan merawatnya kembali.

Mulailah bertanggungjawab terhadap segala tindakanmu. Mulailah dari 1 langkah mungil untuk menciptakan perubahan yang berarti, seperti tidak membuang sampan sembarangan, kurangi penggunaan plastik, rawatlah lingkungan sekitarmu, kurangi penggunaan kendaraan bermotor, dan masih banyak lagi tentunya hal-hal sederhana yang dapat kita perbuat untuk menciptakan bumi yang asri.

Selain itu, kita juga dapat melakukan perlindungan bumi kita dengan aktif melakukan kegiatan gerakan-gerakan pelestarian lingkungan, seperti Earth Hour, Reboisasi sejuta pohon, kerja bakti membersihkan lingkungan, dll. Ataupun kita juga dapat menegur teman kita, bila mereka melakukan tindakan yang dapat mencelakai bumi kita.

Dengan begitu kita dapat menyebarkan dan membujuk orang-orang disekitar kita agar mereka menjadi lebih sadar dan peduli terhadap lingkungannya serta bumi tempat tinggal kita semua. Melalui 1 langkah mungil yang berkesinambungan, ciptakanlah habitus baru yang baik untuk generasi kita masa depan yang lebih sehat.

Sangat mudah bukan? melestarikan bumi sebenarnya bukanlah hal yang sulit. Selama kita memiliki niat dan tekad yang kuat, tentu kita dapat mewujudkannya. Mulailah dari 1 langkah mungil untuk menciptakan sejuta arti untuk bumi kita tercinta.

Social Science Week : Benih Cinta yang Tertuang Melalui Karya-karya Kreatif Bangsa



Oleh : Lisa Aprilia

Source : We Love Earth
Tanggal 19 April merupakan hari yang tak biasa bagi mahasiswa-mahasiswi Universitas Bunda Mulia (UBM), karena pada hari itu bertepatan dengan diselenggarakannya Event Social Science Week (SSW) yang ketiga kalinya di UBM. Pada tahun ini, SSW yang diangkat bertemakan Earth Focus for The Future yang akan berlangsung selama 5 hari.

SSW ini diselenggarakan oleh Fakultas Ilmu Sosial dan Humaniora yang diikuti oleh seluruh mahasiswa-mahasiswinya meliputi Prodi Ilmu Komunikasi, Akuntansi, Management, Hospitality dan Pariwisata, Psikologi, Bahasa Budaya TiongHoa serta Bahasa Budaya Inggris. Mahasiswa-mahasiswi tersebut berlomba beradu kreativitas mereka dengan mengusung tema kecintaan mereka terhadap lingkungan hidup.

Salah satu rangkaian acara SSW yang akan di bahas kali ini adalah acara Pameran Fotografi dan Esai. Pameran ini merupakan hasil kolaborasi antara Clik Club Photography dan Journal is Me of Journalism. Dalam pameran tersebut kita dapat melihat setidaknya ada 20 artikel opini dan 50 foto  berkaitan tentang lingkungan hidup dan terpampang jelas di tengah-tengah The UBM Plaza (TUPA).
Source : We Love Earth
“Acara ini merupakan acara gabungan antara fotografi dan esai yang pertama kalinya di UBM. Biasanya kami hanya menggelar acara pameran foto saja, namun kali ini kita mencoba kreativitas mahasiswa-mahasiswi UBM yang ingin menggabungkan antara fotografi dan esai,” kata Yuti Alfrin Aladdin selaku Pembina Pameran Fotografi dan Esai.

“Ide dari pameran ini berasal dari mahasiswa sendiri yang mengusulnya. Jadi acara ini dapat disimpulkan adalah acara yang berasal dari mereka (mahasiswa), oleh mereka untuk mereka. Dapat dilaksanakannya pameran ini merupakan kebanggaan buat saya sendiri dan juga mereka,” lanjutnya

Walaupun pameran foto dan esai ini terlihat sangat sederhana, namun kualitas dari  karya-karya yang dihasilkan oleh para pesertanya sangat tidak diragukan lagi. Mereka menuangkan segenap perasaan dan kecintaannya terhadap bumi ini melalui tulisan-tulisan opini dan foto-foto yang mampu menggugah hati para pembacanya.

Pameran foto dan esai tersebut juga menganut sistem voting untuk memilih karya-karya terbaik dari para peserta. “Karya yang memiliki jumlah vote yang terbanyak nanti akan disaring kembali oleh tim dosen untuk menentukan siapa pemenang juara 1, 2 dan favorite,” ucap Jessica Inez selaku ketua Clik Club Photography.
 
“kriteria pemenang adalah yang karyanya memiliki kesesuaian dengan tema serta keterkaitan caption dengan fotonya. Pemenang lomba akan diumumkan pada hari sabtu (23/4) pada saat seminar penutupan acara SSW yang akan dilaksanakan di The UBM Grand Auditorium,” lanjut Inez.

Selain bertujuan untuk membangkitkan kembali kesadaran generasi muda terhadap lingkungan hidup yang semakin tertinggalkan. Acara ini juga diharapkan dapat mengetuk hati para peserta maupun pembacanya agar mereka dapat mulai menjaga dan mengaplikasikan pola hidup yang ramah lingkungan. 

Melihat antusias mahasiswa berpartisipasi dalam kegiatan SSW ini membuktikan bahwa kesadaran dan kepedulian akan lingkungan di benak mahasiswa Universitas Bunda Mulia masih cukup tinggi dan berpotensi menjadi benih-benih pecinta lingkungan yang baik.

“Harapannya pameran ini dapat dilaksanakan kembali tahun depan. Dan juga acara ini tidak hanya dilaksanakan di SSW saja melainkan dapat merambah ke acara-acara yang lainnya juga, seperti Edufest, dll,” ucap Sandra Insana selaku wakil ketua Pameran Foto dan Esai.

“Lingkungan hidup kita sudah semalin parah, siapa lagi yang akan menjaganya kalau bukan kita generasi muda,” kata Sandra seraya mengetuk hati generasi muda untuk turut melestarikan bumi kita yang tercinta ini.

Press Release Kegiatan Social Science Week UBM



 
WE LOVE EARTH
WeLoveEarth Tower, 28th Floor, Jl. Jasmine Rose Kav. 85-87
P    : (+62-21) 5123 4567        F    : (+62-21) 5987 6543
----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------


PRESS RELEASE

BENIH CINTA TERHADAP LINGKUNGAN YANG NYATA DALAM KEGIATAN SOCIAL SCIENCE WEEK DI  UNIVERSITAS BUNDA MULIA

Mengingat kerusakan lingkungan hidup yang semakin parah dari tahun ke tahun, serta rendahnya kesadaran masyarakat terhadap lingkungan hidup, maka We Love Earth merasa perlu untuk meningkatkan kepedulian pribadi dan masyarakat dalam pembentukan karakter generasi penerus bangsa yang baik. Oleh karena itu, We Love Earth membuat event kegiatan Social Science Week yang bekerjasama dengan Universitas Bunda Mulia dalam mewujudkan karakter generasi penerus bangsa yang peduli terhadap lingkungan hidup disekitarnya. Periode kegiatan Social Science Week ini akan dimulai pada  Senin, 18 April 2016 sampai dengan Sabtu, 23 April 2016, dengan mekanisme seluruh mahasiswa fakultas ilmu sosial humaniora UBM wajib menyumbangkan kreatifitasnya yang mampu menggugah dan mengetuk hati para penikmatnya agar mereka terdorong untuk semakin peduli terhadap lingkungan disekitarnya, dimulai dari hal yang paling kecil, seperti membuang sampah pada tempatnya.

“Tujuan dari diadakannya Social Science Week adalah untuk membangkitkan kembali kesadaran dari generasi muda terhadap bagaimana kita menempati bumi ini dan terhadap lingkungan yang berkelanjutan, bagimana bumi ini dapat menjadi tempat yang nyaman untuk kita semua,” ucap Yuri Alfrin Alladin, selaku Pembina Pameran Fotografi dan Esai (20/4/2016)

Kegiatan Social Science Week merupakan serangkaian kegiatan acara yang diadakan selama 1 pekan di Universitas Bunda Mulia untuk memperingati hari bumi yang jatuh pada tanggal 22 April. Rangkaian kegiatan Social Science Week ini meliputi lomba pidato bahasa mandarin, kesenian dan keterampilan Bahasa dan Budaya TiongHoa, Battle of Brain, Subtitling, pameran fotografi dan esai, serta lomba desain baju dari bahan daur ulang. Klimaks dari kegiatan Social Science Week ini adalah dengan diadakannya seminar tentang lingkungan hidup yang mengundang pembicara Bpk. Sudirman selaku Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan dan Ibu Denok selaku tukang sampah intelektual, dan acara ini ditutup dengan pengumuman pemenang dari lomba-lomba yang telah diadakan selama sepekan terakhir.

-SELESAI-

Organisasi “We Love Earth” didirikan pada 5 April 2016 sebagai organisasi yang bergerak di bidang pelestarian lingkungan hidup di Indonesia. Dalam melestarikan lingkungan hidup, We Love Earth selalu berusaha untuk mengajak dan membangun kesadaran masyarakat Indonesia terutama masyarakat perkotaan terhadap pentingnya pelestarian lingkungan hidup. Kalau bukan kita yang menjaga dan merawat lingkungan hidup ini, siapa lagi yang akan melakukannya.

Untuk informasi lebih lanjut silahkan hubungi :
Lisa Aprilia
Media Relations
0838123456789
lisa.aprilia@yahoo.com                                   

Undangan Pers Kegiatan Social Science Week UBM



Source : We Love Earth
We Love Earth bekerjasama dengan Universitas Bunda Mulia (UBM) dalam menyelenggarakan pekan Social Science Week, dalam rangka memperingati hari bumi sedunia yang jatuh pada tangal 22 April. Pekan Social Science Week merupakan bentuk perhatian mahasiswa Universitas Bunda Mulia terhadap lingkungan hidup dimana tempat kita hidup dan tinggal.

Pekan Social Science Week ini sudah dilaksanakan setidaknya 3 kali di UBM. Hal ini menunjukkan bahwa benih-benih kesadaran mahasiswa-mahasiswi UBM pada lingkungan hidup dan bumi tercinta ini sudah ada dan mulai berkembang bahkan berlanjut ke generasi-generasi berikutnya.

Kegiatan ini merupakan wujud nyata dari organisasi We Love Earth yang peduli terhadap kondisi lingkungan hidup yang semakin tertinggalkan khususnya di daerah perkotaan. Serta,  kegiatan Social Science Week ini juga sekaligus mengajak mahasiswa-mahasiswi UBM untuk berpartisipasi dalam pelestarian lingkungan mulai dari hal yang terkecil.

Acara ini diselenggarakan pada :
Hari / tanggal    : Senin, 18 April 2016 – Sabtu, 23 April 2016
Waktu              : 08.00 – 15.00 WIB
Tempat            : Universitas Bunda Mulia. Jl. Lodan raya no 2. Ancol, Jakarta Utara  
Partisipan         : Seluruh Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial Humaniora UBM
Tema               : Earth Focus for The Future

Maka dari itu, kami mengundang rekan-rekan media untuk menghadiri dan meliput kegiatan Social Science Week yang akan kami selenggarakan. Besar harapan kami rekan-rekan media dapat datang dan meliput kegiatan ini.

Demikian surat undangan ini kami sampaikan. Atas perhatian dan kerjasamanya kami ucapkan terima kasih.

Hormat Saya


Lisa Aprilia
Media Relations 
We Love Earth
0838123456789
lisa.aprilia@yahoo.com

- Copyright © I + You = We Love Earth - Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan -